Bhapoek racing performance
Jhawa Rambu Bassae
Sabtu, 14 September 2019
Sabtu, 17 September 2016
Sabtu, 28 Mei 2016
Rabu, 17 Desember 2014
Puli Skubek Drag Bike Vs Road Race
Top-speed, alur roller dibuat sampai naik
Pengguna matik banyak
yang pengin kencang. Akhirnya banyak yang asal beli puli atau rumah
roller. Main ikutan tanpa tahu fungsi dan kegunaan puli itu.Seperti kebutuhan untuk trek panjang dan pendek, berbeda spek. Puli untuk trek panjang seperti di drag bike. Ada juga puli untuk trek pendek seperti di road race.
Tergantung juga pada kapasitas mesin yang digunakan. Jangan caplok puli untuk drag kalau motor masih standar atau hanya 130 cc. Dipastikan tarikan awal malah akan jadi lebih loyo.
Dalam memilih atau modifikasi puli, bisa tanya kepada mekanik road race dan drag bike. Yuk ditanya.
Balap road race, kebanyakan didukung trek pendek. Panjang trek lurus di bawah 200 meter. Banyak tikungan dan trek-trek pendek kurang dari 100 meter.
Kalau trek macam begini, setingan mesin harus dibuat mudah teriak. “Agar rpm mesin cepat melonjak. Kalau di motor bebek dibuat seperti dikopling,
Untuk mengakali agar teriak di rpm bawah, Mian pasang ring tambahan di puli depan. Aslinya hanya satu ring, ditambah jadi dua ring. Atau bikin ring sendiri yang lebih tebal. Yang penting bisa dipasang.
Road race. Ring rumah roller dipasang 2 atau 1 tapi tebal
Puli ini aslinya memang untuk drag bike. “Kalau untuk road race, rollernya diganti pakai punya Mio,” timpal Mariasan Kocek, mekanik JP Racing. Sehingga mesin lebih bisa diajak berteriak ketika akselerasi karena celah roller yang longgar.
Kalau mau modifikasi puli standar untuk keperluan drag bike, tentunya tetap bisa saja. Terutama motor yang sudah kena sentuhan bore up. Caranya cukup dengan memotong bushing dudukan puli rumah roller. Memotongnya cukup 1-2 mm atau secukupnya. Tergantung kemaun dan keperluan mekanik.
Cara murah-meriah ini banyak diterapkan mekanik balap liar atau drag bike. Supaya v-belt bisa terangkat tinggi dan top-speed melonjak. Namun putaran bawah atau akselerasi rada berat karena belt sudah terjepit puli.
Buat drag bike atau trek panjang, bushing dipotong
Bagi yang pengin langsung caplok puli beli jadi, banyak juga. Karena buatan Thailand kebanyakan direkomendasi untuk drag dengan trek panjang.(m plus)
Memaksimalkan Power Honda Karisma
Diawal gw pake nih motor kok kayaknya ga gesit, ga bertenaga.. beda lah dan tentunya lebih spontan yang 110cc, ada apa gerangan?
Rasa penasaran tinggi dan selalu ingin mencoba yang baru *memuji diri sendiri* akhirnya satu persatu jeroan motor gw bongkar, dibantu sang Google untuk materi referensi..
Secara teori, spek karisma sbb:
MesinKalkulasi spek diatas pake software..
Diameter x Langkah
52,4 mm x 57,9 mm
Volume Langkah
124,9 cc
Kompresi
9,0:1
- Klep Masuk Buka
2 Derajat sebelum TMA
- Klep Masuk Tutup
25 Derajat sebelum TMB
- Klep Keluar Buka
34 Derajat sebelum TMA
- Klep Keluar Tutup
0 Derajat sebelum TMB
Transmisi
Reduksi Primer 67/20
Reduksi Final / Sproket 34/14
Gigi 1 35/14
Gigi 2 31/20
Gigi 3 23/20
Gigi 4 24/26
Karburator
ID Karbu APBF0A
Keihin 18 mm
Main Jet #75A
Pilot Jet #35
Pembukaan Skrup Pilot 1 - 7/8 Putaran Keluar
Tinggi Pelampung 11,7mm
Putaran Stasioner 1.400 rpm
Power
Daya maksimum 9,3 PS/7500 rpm
Torsi maksimum 10,1 N.m/4000 rpm
courtesy; google.com
Power yang didapet, gambar (a) pake piston std + CDI Pabrikan, gambar (b) piston yang udah di oversize 0.75 + CDI Rextor Tuneable
Hasil:
Spek STD dengan hitungan sofware, tenaga yang didapet: 5,33 HPSpek POWER dengan hitungan sofware, tenaga yang didapet: 6,85 HP
so mau balap apa mau ngantor? :D
KESIMPULAN:
Setingan diatas ada 2 jenis, STD vs POWER
Spek STD:
- Piston std
- Noken As std
- Klep + Per std
- Karbu Keihin std
- Knalpot std
- Pengendara std.. :P
Spek POWER
- Piston o/s 0.75 aseli honda karisma
- Noken as modifan, di papas sesuai tinggi lobe dari hitungan sopwer diatas
- Klep + Per Klep aseli honda sonic
- Karbu Keihin PE24 + PJ MJ bawaan std
- Knalpot mengacu ke hitungan sopwer atas, thanks mas teguh udah sabar buatin itungan yang presisi.. bikin knalpot ini di pondok kelapa samping pomp bensin, kalo dari arah kalimalang, sebelah kanan persis deket pom bensin.. sangat2 recommended nih bengkel knalpot!! alat2nya lengkap cing.. total jendral buat nih knalpot 3 hari presisi dan rapih!!
- Pengendara ... heheh std :D
Saat ini risma gw pake spek POWER, bensin yang diisep kurang lebih 30km/liter cukup lah buat nganterin gw ngantor tambun - mampang ngelibas sisi kalimalang :) (termasuk irit buat spek begini) <-- katanya.. Kopling? otomatis aja.. Kanpasnya? std... Per nya? std dah.. Thanks to: My Lovely Software, PowerSpeed (1995) Rextor Tuneable CDI http://www.rextor-tech.com/index.php?option=com_content&task=view&id=40&Itemid=41 Online Converstaion Calculation http://www.convert-me.com/en/convert/power BMEP Definiton & Calculation http://www.epi-eng.com/piston_engine_technology/bmep_performance_yardstick.htm
Selasa, 16 Desember 2014
Batas aman RPM mesin BORE UP & STROKE UP
Berbicara motor korekan,drag atau liaran... jangan di tanya lagi soal putaran mesinya....kalo bisa sih setinggi-tingginya jika mesin mampu berteriak....apalagi anak liaran yang penting gaspoll dulu ga perduli motor sanggup atau tidak ujung-ujungnya jajan lagi-jajan lagi....hehehe kebanyakan si seperti itu...nah pola pikir seperti itu kalo bisa di hilangkan...sekarang jamanya informasi by data....jadi jika kita telah mengalami kesalahan ...kita cari dong solusinya jangan terus-terusan mengulangi kesalahan ok....kalo motor standar dari pabrikan sih udah di tentuin limiter rpm, bore dan strokenya ....jadi sudah pasti aman kalo di geber trus-trusan mesinnya.....

Nah sekarang bagaimana kalo mesin motornya sudah di modif abis-abisan...dari bore up struk up sampai mengganti cdi dengan yang limitnya lebih tinggi bahkan sampai non limit....???? bagaimana cara kita mengetahuinya kalo mesin yang udah kita korek tersebut masih dalam tahap aman.....??? bukan bermaskud untuk menggurui nih sob....kami hanya menyampaikan cara yang sudah ada namun dengan penyampain yang berbeda...masih menganut rumus lama untuk mencari batas aman rpm mesin terhadap mesin korekan kawan-kawan semua.... apa lagi yang spek mesinya uda bebasan...yang sehernya segede-gede gaban dan strukan setinggi tiang listrik ups.....Mungkin sebagian dari kawan-kawan sudah tau atau ada juga yang tidak.....bahwa piston memiliki kecepatan Ideal atau Piston Speed (PS) pada angka 21 meter/ detik atau = (21m/s) pada mesin Standar ...artinya jika kecepatan piston bergerak di atas angka 21m/s dapat di pastikan piston akan rawan jebol ...harap di ingat ini piston Speed " IDEAL " artinya masi bisa kurang atau lebih simak tabel piston speed bErikut.
( 2 x Stroke (dalam satuan meter) x Rpm)/60
Keterangan :
- Angka 2 merupakan gerak naik turun piston saat mesin berputar 1 x putaran penuh.
- Stroke / langkah piston (satuan ukuran langkahnya di rubah dari milimeter ke cm)
- RPM mesin yang ingin di tentukan batas amanya.
- 60 adalah RPM (Rotari per Menit) di rubah menjadi Detik (second) 1 menit = 60 detik
Karna pada ulasan ini mencari batas aman untuk itu kami menggunakan angka 21 m/s sebagai limit ideal piston speednya karna kebanyakan motor-motor yang kita oprek dan komponen partnya memiliki basic mesin standar ...tentunya biar tidak menyesatkan para pembaca dan terjadi mal praktek pada mesin anda hehe....Namun jika teman-teman tetap mau berpatok pada tabel di atas pun monggo/silahkan tapi pajak di tanggung pemenang....hehe
Coba hitung bareng-bareng kawan
1. Contoh mesin bore up yang paling umum....Mio 58 nan standar

Diketahui :
- Stroke standar mio : 57 mm
- Piston bore up : 58 mm (diameter piston tidak masuk dalam hitungan rumus hanya berlaku sebagai keterangan tambahan)
- Batas Rpm yang ingin di tentukan contoh :12000 rpm
Jawab :
( 2 x Stroke (dalam satuan meter) x Rpm)/60
2 x 0,057 x 12000 / 60 = 22,8 m/s .....Nah kelewatan angka ideal piston speednya yang seharusnya 21 m/s
Cara mengatasinya bisa menurunkan limit RPMnya jika menggunakan CDI racing programmable ...kalo CDI standar tergantung Limitnya yang di patok oleh pabrikan...namun jika di patok di bawah 11.000 rpm di rasa masih aman khususnya Spek 58 nan Standar karna angka yang di dapat adalah :
2 x 0,057 x 11000 / 60 = 20,9 m/s
2. Contoh motor yang aplikasi mesin Bore up dan Stroke up biar aman yu kita cari Piston Speed Idealnya Contoh motor Satria FU Spek Slembaran atau bebasan

Diketahui :
- Stroke up fu : 55 mm
- Piston bore up : 70 mm (diameter piston tidak masuk dalam hitungan rumus hanya berlaku sebagai keterangan tambahan)
- Batas Rpm yang ingin di tentukan contoh :12000 rpm
Jawab :
( 2 x Stroke (dalam satuan meter) x Rpm)/60
2 x 0,055 x 12000 / 60 = 22 m/s .....Nah kelewatan angka ideal piston speednya yang seharusnya 21 m/s Cara mengatasinya bisa limit RPM nya diturunkan jika menggunakan CDI racing programmable atau bisa juga dengan menurunkan panjang strokenya...Contoh Stroke nya di pendekin menjadi 54 mm maka : 2 x 0,054 x 12000 / 60 = 21,6 m/s Biar ga pusing ngitunganya IBLJ nyediain juga Link Piston Speed kalkulator tinggal masukin angkan-angkanya lihat hasilnya akan muncul pada tanda lingkaran merah gambar di bawah

Perbandingan Gigi Rasio
125
1. 15 – 30 = 1. 13 – 32=30.5 % -- 27. %
2. 21 – 31 = 2. 14 – 26=20.5 % --
18.8 %
3. 23 – 28 = 3. 16 – 24=12.9% --12.9 %
4. 27 – 27 = 4. 20 – 25=9.1 % -- 9.1 %
5. 23 – 23 = 5. 19 – 21=7.7 % -- 7.4 %
6. 27 – 25 = 6. 20 – 20
RX – KING (5 PERCEPATAN)
1 2 – 34 =
1. 13 – 32 =36 %-- 30.7%
2. 16 – 30=
2. 17 –29= 24.5%-- 22.9 %
3. 19 – 26 =
3. 19 – 25 =20.3 %--17.1 %
4. 22 – 24 =
4. 22 – 24 =16.0 %--12.3 %
5. 24 – 22 =
5. 23 – 22 =
YAMAHA RX – Z
1 2 – 34 =
1. 15 – 31=
1. 15 – 32=1. 14 – 32
2. 16 – 29 =2. 18 – 28=
2. 18 – 28=2. 17 – 27 =
3. 19 – 24=3. 19 – 24=3. 19 – 24 =
4. 20 – 22=4. 20 – 22 =
5. 23 – 23 =
6. 24 – 22 = 6. 26 – 24=6. 27 – 25
KAWASAKI NINJA (6 PERCEPATAN)
1 0 – 27=1. 10 – 24 =
--------- 36.8 %
2. 17 – 29 = 2. 18
– 29 =
-------- 23.8 %
3. 20 – 26 = 3. 20
– 25 =
-------- 16.1 %
4. 22 – 24 = 4. 22
– 23 =
-------- 12.7 %
5. 21 – 20 = 5. 21
– 20 =
--------- 9.3 %
6. 22 – 19 = 6. 21
– 19
GIGI RASIO SATRIA F (1:13/31)
(2:24/T) (3:25/T) (4:STD) (5:22/T) (6:21/T)
Yamaha Jupiter/Vega
Spoiler for :
#drag race big bore edition < 170 cc.
1st gear 14-35
2nd gear 16-28
3rd gear 21-29
4th gear 20-22
#drag race big bore edition > 170 cc
1st gear 13-30
2nd gear 17-27
3rd gear 19-24
4th gear 21-22
#road race
1st gear 13-36
2nd gear 16-29
3rd gear 21-29
4th gear 23-26/20-22
Yamaha F1ZR
Spoiler for :
#standar engine without special ignition kit
1st gear 13-36
2nd gear 17-28
3rd gear 20-24
4th gear 22-23
#tuneup engine with special racing kit ignitions
1st gear 14-30
2nd gear 18-27
3rd gear 20-24
4th gear 22-12
Yamaha RX King
Spoiler for :
1st gear 13-32 / 14-32
2nd gear 16-29 / 17-29
3rd gear 19-25
4th gear 22-23
5th gear 23-22
Kawasaki Ninja 150 R/RR
Spoiler for :
1st gear 15-32 or special for racing kit rotor 16-32
2nd gear 18-29 or 17-28
Suzuki Satria 120R
Spoiler for :
5th gear 20-19
6th gear 21-18
Suzuki Satria 150F
Spoiler for :
#road race
1st gear 13-32
2nd gear 16-26
3rd gear 19-25
4th gear 21-23
5th gear 23-22
6th gear 25-23
# drag race 201/402 m
1st gear 13-31
2nd gear 14-24
3rd gear 19-25
4th gear 21-23
5th gear 23-22
6th gear 25-21
YUPITER 11O STD CLOSE RATIO
1 13 – 38 = 3.166 1. 13 – 36 = 2.769 1. 13 – 36 =
-------33.8 % ------ 33.8 % --- 1.224 = 38.6 %
2. 17 – 33 = 1.942 2. 18 – 33 = 1.833 2. 18 – 33 =
--------24.7 % ------ 24.7 % ---0.562 = 28.9 %
3. 21 – 29 = 1.380 3. 21 – 29 = 1.380 3. 21 – 29 =
--------18.1 % --------17.2 % ----0.285 = 20.6 %
4. 21 – 23 = 1.095 4. 21 – 24 = 1.142 4. 23 – 26 =
YUPITER MX 135
1 12 – 34 = 2.833 1. 12 – 32 = 2.666
------32.0 % -------0.958 = 33.8 %
2. 16 – 30 = 1.875 2. 16 – 29 = 1.812
, -------22.1 % ------0.523 = 27.8 %
3. 17 – 23 = 1.352 3. 17 – 24 = 1.411
--------18.4 % --------0.307 = 22.7 %
4. 22 – 23 = 1.045 4. 20 – 23 = 1.150
SHOGUN 125 STD
1 13 – 33 = 3.000 1. 13 – 30 = 2.307 1. 13 – 31 =
------1,215 = 40.0 5 -------27.7 %
2. 14 – 25 = 1.785 2. 15 – 25 = 1.666 2. 15 – 25 =
---0.491 = 27.5 % ----------- 22.3 %
3. 17 – 22 = 1.294 3. 17 – 22 = 1.294 3. 17 – 22 =
-- -----0.242 = 18.0 % ------------14.6 %
4. 19 – 20 = 1.052 4. 19 – 21 = 1.105 4. 19 – 21 =
NEW SMASH
1 13 – 33 = 3.000 1. 13 – 33 = 1. 13 – 30 = 1. 13 – 30 =
-----31,1 % ---1.125 = 37.5 %
2. 16 – 30 = 1.875 2. 16 – 28 = 2. 15 – 25 = 2. 16 – 28 =
------21.8 % ------ 0.507 = 27.0 %
3. 19 – 26 = 1.368 3. 19 – 26 = 3. 17 – 23 = 3. 17 – 23 =
-----15.4 % -----0.316 = 23.1 %
4. 19 – 20 = 1.052 4. 19 – 22 = 4. 19 – 20 = 4. 19 – 21 =
HONDA SUPRA
1. 12 – 34 = 2.833 1. 12 – 31 = 2.583 1. 13 – 31 = 2.384
-------- 1.128 = 39.8 % ---------33.9 % ----32.4 %
2. 17 – 29 = 1.705 2. 17 – 29 = 1.705 2. 18 – 29 = 1.611
----0.467 = 27.3 % ----- 23.7 % ------23.1 %
3. 21 – 26 = 1.238 3. 20 – 26 = 1.300 3. 21 – 26 = 1.238
----0.285 = 23.0 % ------19.6 % ------- 15.5 %
4. 24 – 23 = 0.958 4. 22 – 23 = 1.045 4. 22 – 23 = 1.045
1 12 – 31 = 2.583 1. 12 – 32 = 2.667
----------33.9 % ----------------36.0 %
2. 17 – 29 = 1.705 2. 17 – 29 = 1.705
-----------24.6 % ---------------24.6 %
3. 21 – 27 = 1.285 3. 21 – 27 = 1.285
-----------18.6 % ---------------18.8 %
4. 22 – 23 = 1.045 4. 22 – 24 = 1.043
KARISMA / SUPRA X
1 14 – 35 = 2.500 1. 14 – 34 = 2.428
----------0.950 = 38.0 5 -----------30.6 %
2. 20 – 31 = 1.550 2. 19 – 32 = 1.684
----------0.400 = 25.8 % ----------- 21.9 %
3. 20 – 23 = 1.150 3. 19 – 25 = 1.315
----------0.227 = 19.7 % ------------16.3 %
4. 26 – 24 = 0.923 4. 20 – 22 = 1.100
KAZE / BLITZ
1 12 – 36 = 3.000 1. 13 – 36 = 2.769
-----1.063 = 35.4 % ----------34.1 %
2. 16 – 31 = 1.937 2. 17 – 31 = 1.823
-----0.587 = 30.3 % ----------25.9 %
3. 20 – 27 = 1.350 3. 20 – 27 = 1.350
---------0.264 =19.5 % ----------19.5 %
4. 23 – 25 = 1.086 4. 23 – 25 = 1.086
YAMAHA F 1 ZR
1 12 – 39 = 3.250 1. 14 – 30 = 2.142 1. 14 – 31 =
-----1.438 = 44 % ------32.5 %
2. 16 – 29 = 1.812 2. 18 – 26 = 1.444 2. 18 – 27 =
-------0.612 = 33.7 % ---16.8 %
3. 20 – 24 = 1.200 3. 20 – 24 = 1.200
------ 0.155 = 12.9 % ------ 12.9 %
4. 22 – 23 = 1.045 4. 22 – 23 = 1.045
Langganan:
Postingan (Atom)